fordiletante

Generasi Penenggak Arak

In indonesian history, music on April 25, 2009 at 6:35 am

Sumber: Playboy Indonesia Magazine

Dari Kapten James Cook sampai Shaggy Dog memuji tradisi minuman memabukkan di Nusantara.

17 September 1770. Awak kapal “Endeavour” girang sumringah. Di ujung pandangan menyembul sosok pulau kecil permai. Sudah lama mereka menanam harap bersua pulau semacam Tahiti, daratan indah dan subur yang mereka tinggalkan setahun sebelumnya.

Letnan Satu James Cook, sang kapten, jauh lebih girang. Tak tercantum Pulau Sawu dalam peta pelayaran kapal Endeavour. Kalau benar itu pulau baru, akan menambah panjang daftar daratan temuan Cook. Sejak melepas sauh dari Pantai Britania 27 Mei 1768, mereka telah menemukan Tahiti serta Selandia Baru. Temuan terbesarnya adalah Australia pada April 1970.

Campursari ; Lika-liku penemuan musik baru yang memperoleh sambutan publik

In media, music on March 28, 2009 at 3:35 pm

Oleh: Bill Aribowo

PERGULATAN panjang terjadi dalam tubuh musik keroncong. Kaidah-kaidah musik keroncong dinilai tidak luwes menghadapi perkembangan zaman. Ujung-ujungnya musik keroncong mengalami kemerosotan. Karya-karya baru lagu keroncong sulit ditemukan. Dari ajang pergulatan itu tampillah irama campur sari sebagai ‘pemenang’.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini irama campur sari telah berkembang pesat sampai ke manca negara. Anton Issoedibyo berani mengatakan, “Tanpa campur sari grup musik kita tidak diminati di Hongkong.”

Outside Agitator

In heroes, media on February 20, 2009 at 4:41 am

Naomi Klein and the new new left.
by Larissa MacFarquhar


The marquee outside the Bloor Cinema, in Toronto, advertised “The Last Mistress” at four, “Naomi Klein—the Shock Doctrine” at seven, and “Little Shop of Horrors” at nine-thirty. It was a warmish night. The falafel shop next door was doing a brisk business. A line of people holding tickets to the Naomi Klein event stretched to the end of the block and around the corner. Outside the entrance to the cinema, a middle-aged man and an elderly woman paced up and down selling copies of Socialist Action for a dollar. (The September issue included articles about capitalism’s contradictions, class war in Bolivia, and a commentary by Mumia Abu-Jamal—a regular feature.)