by: Roberto Jorquera
Invasi ke Amerika setelah ‘ditemukan’ oleh Christoper Colombus adalah sentral dari perkembangan kapitalisme di Eropa. Setelah invasi, ada suatu kebutuhan bagi penguasa kolonial untuk mengembangkan ideologi rasisme sebagai pembenaran dari penindasan-penindasan yang mereka lakukan terhadap penduduk asli dan untuk mengembangkan bisnis jual beli manusia (perbudakan) mereka.
Pemerintahan revolusioner Kuba telah bekerja selama 39 tahun untuk mengeliminir prasangka-prasangka rasial yang muncul semenjak kedatangan Spanyol di tahun 1492, dimana ketika itu terjadi pembantaian terhadap penduduk asli pulau tersebut dan perdagangan kulit hitam mulai diperkenalkan. Read the rest of this entry »