fordiletante

Bandit-bandit Revolusioner

In indonesian history on November 15, 2010 at 6:14 am

Oleh: Bonnie Triyana

Pernah terjadi dalam suatu zaman, bandit berubah jadi jagoan.

Kata bandit selalu diasosiasikan dengan dunia kejahatan dan kekejaman. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh J.S Badudu dan Sutan Mohammad Zain terbitan Pustaka Sinar Harapan (2001) kata “bandit” diartikan sebagai “penjahat besar.”

Kini istilah bandit yang “setengah pingsan” itu mengemuka kembali setelah beberapa hari lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutarakan bahwa tidak semuanya pejabat itu bandit.

Profesi bandit memang selalu berhubungan dengan kriminalitas. Namun jika ditilik lebih jauh, dunia perbanditan bisa dikaitkan dengan gejala-gejala sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Di Indonesia, perbanditan memang pernah turut mewarnai jalannya sejarah. Benggol, lenggaong, kecu, jago dan jawara adalah istilah-istilah yang disepadankan kepada orang-orang yang bermukim di dunia perbanditan.

Kapitalisme Bencana dan Bencana Kapitalisme

In media, social analysis on November 15, 2010 at 5:57 am

Oleh: Don K. Marut

Menjelang akhir tahun 2000 Perusahaan Sony kesulitan memproduksi Playstation-2 padahal pesanan dari seluruh dunia meningkat tajam. Produsen laptop dan cellular phone pun mengalami hal serupa, padahal model baru sudah disebarluaskan. Pada awal milenium baru berbagai perusahaan perangkat keras informatika dan telekomunikasi global telah mempersiapkan model-model produk baru, tetapi produksinya terhambat. Mengapa demikian?

Salah satu penyebabnya adalah supply bahan dasar pembuatan produk informatika dan telekomunikasi tersebut, yakni coltan (columbite-tantalite), mengalami penurunan drastis. Hal ini terjadi karena kekacauan dan konflik politik yang terjadi di Congo (dulunya bernama Zaire), sebagai negara penghasil 80% coltan dunia.  Karena itu Congo mempunyai arti yang strategis bagi perusahaan-perusahaan tambang dunia, termasuk militer AS, sama strategisnya dengan Teluk Persia (dimana Irak berada). Congo juga kaya akan emas, tembaga, diamond, alumunium, uranium, cobalt, cadmium dan produk hutan. Negara-negara tetangga Congo seperti Uganda, Rwanda dan Burundi yang miskin kekayaan alam juga tertarik masuk Congo dan telah berulang-ulang kali mencari celah untuk mengambil-alih kekayaan di negara tersebut.

Panorama Sawah dalam Perspektif Sejarah Nusantara

In indonesian history, social theory on April 24, 2010 at 1:48 pm

Oleh: Andreas Maryoto

Siswa-siswa sekolah dasar masih saja diajari oleh gurunya untuk menggambar sawah dilengkapi gunung sebagai latar belakang setiap kali ada pelajaran menggambar. Guru hendak memperlihatkan pesona pedesaan dengan gambaran sawah dan gunung itu. Bertahun-tahun pesona panorama sawah juga memukau wisatawan untuk sekadar menonton hamparan rumpun padi.

Perkembangan dunia seni lukis sudah jauh dan cepat. Aliran-aliran yang ada makin rumit dipahami oleh kaum awam, tetapi di kios-kios seni hingga galeri kita masih bisa menemukan lukisan panorama sawah itu. Salah satunya kios lukisan di Bandara Achmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, yang menjual sekitar sepuluh panorama sawah.