fordiletante

Archive for January, 2008|Monthly archive page

Kuba : Satu Pelajaran Bagaimana Menghancurkan Rasisme

In social analysis on January 31, 2008 at 5:24 am

by: Roberto Jorquera

Invasi ke Amerika setelah ‘ditemukan’ oleh Christoper Colombus adalah sentral dari perkembangan kapitalisme di Eropa. Setelah invasi, ada suatu kebutuhan bagi penguasa kolonial untuk mengembangkan ideologi rasisme sebagai pembenaran dari penindasan-penindasan yang mereka lakukan terhadap penduduk asli dan untuk mengembangkan bisnis jual beli manusia (perbudakan) mereka.

Pemerintahan revolusioner Kuba telah bekerja selama 39 tahun untuk mengeliminir prasangka-prasangka rasial yang muncul semenjak kedatangan Spanyol di tahun 1492, dimana ketika itu terjadi pembantaian terhadap penduduk asli pulau tersebut dan perdagangan kulit hitam mulai diperkenalkan. Read the rest of this entry »

Advertisements

Indonesian Nationalism Today and in the Future

In indonesian history on January 31, 2008 at 5:22 am

by: Benedict Anderson

In my experience, nationalism is frequently misunderstood. For that reason, I will begin my remarks by discussing briefly two common kinds of misunderstanding, using Indonesia as an example of a phenomenon almost universal in this century which is now crawling to its end.* The first is that nationalism is something very old and is inherited from, of course, ‘absolutely splendid ancestors’. Thus it is something that arises ‘naturally’ in the blood and flesh of each of us. In fact, nationalism is something rather new, and today is little more than two centuries old. The first Declaration of Independence, proclaimed in Philadelphia in 1776, said not a word about ‘ancestors’, indeed made no mention of Americans. Sukarno’s and Hatta’s Declaration of Independence on 17 August 1945, was essentially similar. By contrast, the mania for seeking ‘absolutely splendid ancestors’ typically gives rise to nonsense, and often very dangerous nonsense. Read the rest of this entry »

Catatan bagi Analisa Kelas Masyarakat Indonesia dan Tujuan Strategis

In social analysis on January 31, 2008 at 5:19 am

1. Suatu masalah besar: mewarisi struktur Negara Hindia-Belanda.

Masalah pengenalan kontradiksi yang antagonistis dan masalah program strategis ( yakni program politik yang memungkinkan tercapainya kebijaksanaan yang dituju) adalah problem klasik bagi semua gerakan emansipasi. Jawaban bagi masalah ini tidak terletak dikemampuan prediksi dan ananlisa tapi dari penyerapan pelajaran dari pratek, dalam hal ini praksis perkembangan faktor2 produksi di Indonesia. Ketidak seimbangan perkembangan faktor2 produksi dan hubungan2 produksi dikawasan Indonesia, disamping perekatan dan penyatuan wilayah secara semu oleh pembentukan pemerintah Hindi-Belanda dahulu, merupakan salah satu sebab utama kekeroposan strukur politik masa kini. Apa yang tersirat diatas adalah pandangan bahwa kekhususan masyarakat Indonesia ditandai oleh kehadiran suatu komunitas bersama dari dari perbagai ragam hubungan produksi tersendiri yang saling terkait satu-sama lain berkat mediasi dan perekatan oleh negara. Negara ini bukan timbul dari kebutuhan perkembangan hubungan produksi yang dominan, tetapi diterapkan dari luar untuk dapat mengorganisir kegiatan ekonomi penjajahan. Negara tersebut hakikatnya adalah struktur birokrasi-patrimonial yang direbut oleh angkatan 45 dari tangan pemerintahan Hindia-Belanda dan dikembangkan menjadi NKRI. Memang dengan bermula pada era pemerintahan Hindia-Belanda terjadi peluasan kekuasaan berdasarkan wilayah dimana berbagai sukubangsa yang dikuasai oleh hubungan2 produksi tersendiri menjadi satu kesatuan politik atas dasar wilayah. Read the rest of this entry »

Media Culture: Children’s TV Programs and Appearance of “Childhood” in Asia

In media on January 31, 2008 at 5:13 am

by: Saya Shiraishi

*Introduction:

Attempts have been made in recent years to grasp the globalizing world which is characterized by transnational flows of information, commodities and people. The global process of production, circulation and consumption has emerged, along with which a multitude of local groups are struggling to define their new identities in relation to such global forces. In this context, how do new forms of global and local politics of culture affect children? And how do children themselves experience, understand, and resist or reshape the complex, frequently contradictory cultural politics that inform their daily lives? This paper explores various aspects of the current global politics of culture in relation to changing discourses on childhood and to changing conditions and experiences of children, mainly in contemporary Asian countries. Specifically, I am going to ask how children experience their relation to “global media cultures.” The aim of this paper is to find new understandings and new questions. Read the rest of this entry »

Konglomerasi Media dalam Grup MNC (Media Nusantara Citra)

In media on January 29, 2008 at 2:08 pm

oleh : Veronika Kusuma

Menurut Ben H. Bagdikian (1997), selama dekade 1980-an, Amerika Serikat menyaksikan semakin terpusatnya kepemilikan media di tangan sedikit orang/perusahaan. Tidak pernah terjadi sebelumnya, korporasi-korporasi media ini memiliki kekuasaan yang sangat besar hingga dapat membentuk dan mempengaruhi lanskap sosial di Amerika. Seiring dengan terjadinya revolusi teknologi penyiaran dan informasi, korporasi-korporasi media terbentuk dan menjadi besar dengan cara kepemilikan saham, penggabungan dalam joint-venture, pembentukan kerjasama, atau pendirian kartel komunikasi raksasa yang memiliki puluhan bahkan ratusan media. Read the rest of this entry »

Aliran Komunis: Sejarah Dan Penjara

In indonesian history, Uncategorized on January 29, 2008 at 1:18 pm

oleh: Jacques Leclerc

Pada tanggal 23 Mei l920, Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan di Semarang sepuluh tahun sebelumnya, berganti nama menjadi Perserikatan Komunis di India (PKI). PKI merupakan organisasi pertama di Asia di luar kekaisaran Rusia, menggunakan kualifikasi “Komunis.” Partai Komunis Cina sendiri baru didirikan setahun kemudian, yakni pada bulan Juli l92l. Orang yang ditugaskan oleh Internationali Comuniste untuk membantu Partai baru tersebut adalah Henk Sneevliet, seorang organisator ISDV Belanda, yang pada tahun l9l8 diburu-buru oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda karena kegiatan-kegiatan revolusionernya. Read the rest of this entry »