fordiletante

Kilasan Sejarah Film Horror

In film, media on April 24, 2010 at 1:29 pm

Karya Awal di Era Film Bisu hingga Era Pra 1990-an
Oleh: Dionysius Bimo Desianto

Fear (ketakutan/rasa takut) adalah emosi manusia yang paling kuat dan ketakutan akan sesuatu yang asing atau tak dikenal boleh jadi merupakan satu rasa takut yang paling purba. Ini bersangkut-paut dengan hal yang dirasakan setiap orang; sejak bayi kita ditakut-takuti akan gelap dan sesuatu yang asing.

Selama enam hari “Carnival of Fear” – the week of classic horror-thriller-zombie-trash movies, anda menikmati dua belas film dalam kegelapan ruang KINOKI sesuai dengan istilah Carnival yang layaknya merupakan ritual festival dan kebiasaan yang muncul di Eropa sebagai moment budaya rakyat yang menyuguhkan hiburan erotis, vulgar, grostesque (aneh, fantastis, buruk, mengerikan, bizarre) dan pada jamannya begitu populer karena bertahan sebagai event oposisi perayaan official dan turnamen perayaan kekuatan kaum elit.

Ada banyak argumen bahwa film horror secara social dan moral tidak bertanggung jawab, bahkan mempengaruhi beberapa orang mengimitasi kebrutalan dan kekerasan. Tapi sebetulnya efeknya berlawanan bagi orang normal. Menonton film horror secara tak sengaja kita menemukan rasa takut yang tersembunyi atau disembunyikan, membaginya dengan penonton yang lain dan mempertemukan terror dengan ketakutan kita untuk menyingkirkannya.

Film horror didisain untuk menakut-nakuti dan membuat panic, menimbulkan kecemasan dan kegemparan, mengundang perasaan takut yang kita sembunyikan, seringkali berakhir dengan mengejutkan dan mengenaskan ketika pada waktu yang bersamaan melenakan dan menghibur dalam pengalaman menegangkan. Selain bertitik pola pada sisi gelap kehidupan, larangan atau pantangan, kejadian aneh dan mengejutkan, juga bersangkut paut pada rasa takut sebagai emosi kita yang paling mendasar; mimpi buruk, kelemahan, keterasingan, kelabilan, terror dari sesuatu yang tak dikenal, takut akan kematian, kehilangan identitas.

Genre film horror hampir sama tuanya dengan sejarah kelahiran dan perkembangan film. Le Manoir du Diable (The Devil’s Castle) adalah film monster pertama yang mengawali genre film horror, diproduksi pada era film bisu oleh Georges Mèliès pada tahun 1896 dengan durasi 3 menit. Georges Mèliès, pionir film Perancis ini terkenal dengan film-nya Le Voyage Dans La Lune (A Trip To The Moon) (1902).

Awal sejarah film-film panjang bertemakan horror kebanyakan diproduksi Jerman pada awal 1900. Der Student von Prag (Student of Prague) (1913) yang disutradarai Henrik Galeen, tentang mahasiswa miskin yang membuat perjanjian dengan setan demi kekayaan dan wanita cantik. Paul Wegener menyutradarai Der Golem (The Monster of Fate) (1914), adaptasi sebuah legenda mitologi rakyat Yahudi yang kemudian dibuat kembali untuk ketiga kalinya dengan titel Der Golem Und Die Tanzerin (The Golem and the Dancer) (1917) dan Der Golem (The Golem: or How He Came Into the World) (1920).

Arthur Robison memproduksi Film bisu Vampire pertama dengan titel Nacht des Grauens (Night of Terror) (1916). Dan Drakula halala (The Death of Dracula) (1921) adalah film Hunggaria adaptasi pertama Novel Dracula (1987) karya penulis Irlandia, Bram Stoker.

Film horror klasik karya Friedrich.W. Murnau yaitu Nosferatu, Eine Symphonie des Grauens (Nosferatu, A Symphony of Terror) (1922), film panjang yang bertemakan Vampire bisa dikatakan sebuah karya genius yang paling exist tak termakan jaman produksi Jerman, yang pada periode sejarah Jerman tahun 1919-1933 dikenal sebagai Weimarer Republik (Republik Weimar), yang dinamakan setelah diadakannya konvensi yang menghasilkan konstitusi baru di kota Weimar setelah Jerman menyerah kalah dalam Perang Dunia Pertama. Film Nosferatu ini adalah karya film versi yang tidak resmi adaptasi Novel Bram Stoker yang sama, dengan Max Schreck yang memerankan Count Graf Orloeg alias Nosferatu. Sutradara Jerman Werner Herzog di tahun 1979 menghasilkan remake film ini dengan titel Nosferatu the Vampyre, dengan tetap berorientasi pada konsepsi karya Friedrich.W. Murnau.

Satu dari film horror yang paling memorial dan berpengaruh besar bagi sejarah film horror classic dan film expresionis Jerman adalah Das Kabinett des Doktor Caligari (The Cabinet of Dr. Caligari) (1919) karya Robert Wiene yang menjadi inovasi baru pada era film bisu dan bisa disebut sebagai salah satu Art Film pertama dan tak dapat disangsikan sebagai film Psychological Horror Film paling pertama. Film expresionisme Jerman berkembang setelah Perang Dunia Pertama dan karya ini adalah contoh utama kekuatan expresionisme yang memadukan dekor serta tata panggung film yang dilukis dengan perspektif terdistorsi, sudut pandang dan bentuk-bentuk yang tajam, arsitektur yang didesain terdekonstruksi, figur-figur yang tajam dengan pencahayaan dan bayangan yang amat kontras menghasilkan atmosfir yang gelap.

Sementara itu menurut sejarah di Amerika Serikat, diciptakan karya film Edison Frankenstein (1910) produksi Edison Studios dengan durasi 16 menit. Pada versi ini sang Monster tercipta di dalam ketel kimia. Aktor film horror Amerika pertama, Lon Chaney, membintangi The Hunchback of Notre Dame (1923) yang disutradarai oleh Wallace Worsley adaptasi karya novel Victor Hugo tentang si bongkok Quasimodo pembunyi lonceng Kathedral yang selalu disiksa dan dikucilkan. The Phantom of the Opera (1925) yang juga dibintangi oleh Lon Chaney, tentang figur samar Composer misterius yang penuh semangat balas dendam dan menghantui gedung Opera Paris adaptasi karya novel Gaston Leroux (1911). Di tahun 1927, Lon Chaney berperan utama dalam London After Midnight karya sutradara Tod Browning, yang dikategorikan sebagai film Vampire Hollywood pertama.

Tahun 1920, Amerika memproduksi film versi pertama Dr. Jekyll and Mr. Hyde dengan sutradara John Barrymore. Film bisu ini bercerita tentang seorang dokter dan ilmuwan gila dengan formula magisnya adaptasi karya novel Robert Louis Stevenson. Di tahun-tahun berikutnya dibuat banyak versi dari film ini. Versi yang bersuara diproduksi tahun 1932 oleh sutradara Rouben Mamoulian, tahun 1941 versi Dr. Jekyll and Mr. Hyde produksi MGM studio dengan sutradara Victor Fleming dan Mary Reilly (1995).

Tahun 1930-an, film horror memasuki fase klasik di Hollywood dengan mengambil pengaruh elemen-elemen visual film expresionisme Jerman dan studio-studio film Amerika memproduksi genre film horror dengan kesuksesan sub-genre film gothic horror seperti karya Tod Browning yaitu Dracula (1931) yang dibintangi Bela Lugosi, dan ditahun yang sama sutradara Swedia Carl Theodor Dreyer memproduksi Vampyr. Frankenstein (1931) dan The Bride of Frankenstein (1935) yang dibintangi oleh aktor besar Boris Karloff karya sutradara James Whale adaptasi karya novel Mary Wollsstonecraft Shelley, The Mummy (1932) adalah versi asli dan pertama karya Karl Freund menjadi kesuksesan kedua peran Boris Karloff. Sementara versi kedua yang dibuat tahun 1959 juga dengan titel yang sama dibintangi oleh Peter Cushing dan Christopher Lee.

Dikarenakan kesuksesan ini, industri film Inggris memberi peran pada Boris Karloff dalam film The Ghoul (1933). The Invisible Man (1933) yang dibintangi oleh Claude Rains merupakan hit kedua karya James Whale. Stuart Walker yang menyutradarai The Werewolf of London (1935) tak dapat menyaingi sutradara George Waggner di tahun 1941 yang membuat The Wolf Man dengan dibintangi oleh Lon Chaney, Jr.

Dracula icon Bela Lugosi juga membintangi White Zombie (1932), yang menurut saya adalah film Zombie yang paling pertama. Aktor Hungaria Bela Lugosi dan aktor Jerman Boris Karloff, yang awalnya tak dikenal ini justru menjadi idola dan icon film horror yang gemilang di sub-genre ini. Produksi film horror tetap hidup di era 1940 ketika terjadi Perang Dunia Kedua. Selain The Wolf Man (1941), The Ghost of Frankenstein (1942) dan House of Frankenstein (1944), versi dengan empat bintang dalam satu film yaitu Glenn Strange sebagai Frankenstein, John Carradine sebagai Count Dracula, Boris Karloff sebagai Mas Scientist dan Lon Chaney, Jr. sebagai Wolf Man. The Mummy’s Hand (1940) yang dibintang oleh Tom Tyler dan pada beberapa sequel berikutnya Lon Chaney, Jr. membintangi The Mummy’s Tomb (1942), The Mummy’s Ghost (1944) dan The Mummy’s Curse (1944), serta Lon Chaney, Jr. sebagai Wolf Man dan John Carradine sebagai Dracula dalam House of Dracula (1945). Satu film hitam putih lain tentang Zombie adalah karya sutradara Val Lewton yaitu I Walked With a Zombie (1943).

Tahun 1950-an di masa perang dingin, saat ketertarikan dan berkembangnya teknologi nuklir turut mempengaruhi genre film horror dari gothic ke modern. Sepertinya masa ini diwarnai dengan film-film low-budget perpaduan horror dan science fiction yang hampir tak dapat dipisahkan atau dibedakan satu sama lain, bertemakan ancaman terhadap peradaban manusia dari dunia angkasa luar: invasi alien, mutasi dan wabah terhadap manusia, serangga dan tanaman. Film-film terbaik pada era ini antara lain: The Thing (From Another World) (1951), The Creature From the Black Lagoon (1954), Them! (1954), sebuah film tentang semut-semut mutant di gurun New Mexico, karya film Don Siegel yang bertitel Invasion of the Body Snatchers (1956), Plan 9 from Outer Space (1958) yang disutradarai Ed Wood dan dibintangi oleh Aktor film horror ternama Bela Lugosi dan female horror icon Vampira. I Was a Teenage Frankenstein (1957) dan I Was a Teen-age Werewolf (1957) adalah dua dari horror film terbaik di era ini.

Sekitar tahun 1960-an, genre film horror mulai beralih ke non-supernatural psychological horror seperti karya-karya Alfred Hitchcock lewat film Psycho (1960) dan The Birds (1963). Repulsion (1965) dan Rosemary’s Baby (1968) karya Roman Polanski, sutradara besar dari Polandia. Sub-genre film psychological horror ini secara sporadis banyak mempengaruhi film-film horror dan thriller di era 1990-an. Tetapi pada era ini juga dimulai dengan diciptakannya sub-genre Zombie film, seperti karya Masterpiece George A. Romero yaitu Night of The Living Dead (1968). Lewat karya film low-budget ini, dia mulai terkenal sebagai sutradara film sub-genre Zombie, yang kemudian di tahun-tahun berikutnya memproduksi Dawn of the Dead (1978), Creepshow (1982), Day of the Dead (1985) dan Serial TV Tales from the Crypt.

Menurut pengamatan saya, Night of The Living Dead banyak dipengaruhi oleh film produksi Italia The Last Man On Earth (1964) yang disutradarai oleh Sidney Salkow, bercerita tentang Dr. Robert Morgan yang diperankan oleh Vincent Price satu-satunya orang yang bisa survive dalam wabah zombie vampire yang melanda dunia. Mulai dari setting lokasi yang sama ketika banyak zombie menyerang mulai saat senja, rumah yang berada di lembah dan jauh dari rumah lainnya, zombie yang terus mencoba memasuki rumah, Dr. Morgan yang selalu menutup setiap celah di rumahnya. Kekurangan The Last Man On Earth dari pada Night of The Living Dead akan elemen-elemen visual yang gelap dan sedikit bergaya Slasher atau Splatter film (yang sengaja berkonsetrasi pada penggambaran gore (seperti darah kental, tubuh terluka dan terpotong) dan kekerasan yang penekanannya diperjelas oleh special effect yang menjijikkan, darah yang berlebihan disertai organorgan dalam tubuh, justru membuat Night of The Living Dead menjadi karya spektakuler yang memorial.

Carnival of Souls (1962) karya Harold (Herk) Harvey sebuah film low budget yang cukup expresionis. Atmosfir horror dan adegan penuh kejutan dengan tema black magic diproduksi Inggris lewat film Burn Witch, Burn! (1962).

Blood Feast (1963) karya sutradara Herschell Gordon Lewis, adalah sebuah film yang sering dianggap sebagai film kategori gore, slasher atau splatter pertama. Di era ini, produser Roger Corman mempromosikan sutradara Francis Ford Coppola yang pada waktu itu masih berumur 24 tahun dengan filmnya Dementia 13 (1963).

Era tahun 1970-an sampai 1980-an, genre film horror dibanjiri dengan tema-tema bencana, dunia magis, gaib dan anti-religi, serta mayat hidup atau Zombie. Dan eksplosi film horror oleh pembuat film Italia antara lain Mario Bava, Dario Argento and Lucio Fulci, pembuat film Spanyol seperti Jess Franco, José Ramón Larraz dan Jacinto Molina (Paul Naschy), yang di-dubb dalam bahasa Inggris. Dario Argento menyutradarai Suspiria (1977), sebuah film horror gore yang penuh dengan special efek darah dan organ tubuh bagian dalam.

Sementara dari industri film Amerika, Last House on the Left (1972) karya Wes Craven, film original The Texas Chainsaw massacre (1974) dengan sutradara Tobe Hooper, The Exorcist (1973) disutradarai William Friedkin memecahkan record dalam genre film horror yang kemudian menginspirasi beberapa sequel yang kurang sukses yaitu: Exorcist II: The Heretic (1977), The Exorcist III (1990) dan Exorcist: The Beginning (2004). Kesuksesan juga diraih oleh sutradara Jerry Goldsmith dengan The Omen (1976) yang menginspirasi dua sequel untuk menciptakan sebuah trilogi yaitu: Damien: Omen II (1978) dan The Final Conflict (1981).

Pada era 1970-an ini penulis horror Stephen King mulai terjun ke dunia film, yang dimulai saat sutradara Brian de Palma mengadaptasikan novel Stephen King dengan film yang bertitel Carrie (1976). Brian de Palma mengulangi kesuksesannya kembali dengan film erotic horror dan thrillernya yang bertitel Dressed to Kill (1980).

Salah satu slasher atau splatter horror film yang sangat populer dan meraih sukses yang disutradarai oleh John Carpenter yaitu Halloween (1978). Film dengan banyak kejutan atmosferis mengenalkan para remaja dengan tema Superhuman Evil Killer yang kemudian menaikkan peringkat diciptakannya film-film jenis seperti ini di era 1980-an, termasuk Serial TV Friday the 13th dan A Nightmare on Elm Street.

Stanley Kubrick merilis The Shining (1980), adaptasi dari karya Stephen King lainnya yang mengkombinasikan art film, psychological thriller dan splatter. Poltergeist (1982) yang disutradarai Tobe Hooper bisa dikategorikan dalam sub-genre supernatural horror film, karena bertemakan seputar kepercayaan atau penghianatan terhadap Tuhan, dewa dan dewi, hantu ataupun penampakan arwah, keajaiban dan fenomena alam luar biasa.

Penulis dan sutradara Sam Raimi membuat film low budget The Evil Dead (1983) dan Evil Dead 2: Dead by Dawn (1987). Satu yang tak dapat dilupakan, salah satu film yang dapat dikategorikan sebagai film horror dengan sub-genre Lesbian Vampire adalah The Hunger (1983) yang diperankan oleh Catherine Deneuve, Susan Sarandon dan David Bowie karya sutradara Tony Scott. Contoh film lain yang dikategori dalam sub-genre lesbian vampire antara lain Vampyros Lesbos (1970) karya Jess Franco dan Vampyres (1974) karya José Ramón Larraz. Kedua sutradara ini berasal dari Spanyol. Satu dari banyak film Vampire era ini adalah film tentang teenage vampires karya Joel Schumacher, The Lost Boys (1987).

Salah satu karya novel H.P. Lovecraft yang berhasil diangkat ke layar oleh sutradara Stuart Gordon adalah Re-Animator (1984), bercerita tentang seorang mahasiswa kedokteran yang sinting dalam experimennya menghidupkan kembali mayat-mayat. Jika anda menyukai Tim Burton, jangan lewatkan sebuah film horror komedi Beetlejuice (1988) yang imajinatif, orisinil dan unique. Kembali tentang film zombie, Return of the Living Dead (1984) yang disutradarai Dan O’Bannon yang menjadi salah satu film kategori sub-genre zombie dan slasher atau splatter yang menyenangkan dengan soundtrack musik-musik horrorpunk – shockabilly – rock ‘n gore!

Apa rahasia dibalik kekuatan dan kelemahan zombie? Menurut cerita fiksi dan kepercayaan, zombie dapat dimusnahkan dengan memisahkan atau menghancurkan kepala atau otaknya. Dalam beberapa film seluruh tubuh zombie harus dihancurkan menjadi potongan yang terpisah, kalau tidak bahkan sepotong jaripun akan terus lanjut bergerak setelah terpisahkan dari tubuhnya.

Jadi, tetaplah mencari dan menikmati sejarah dan perkembangan film-film horror. Berhati-hati dan tetap berjagalah, buka mata, telinga dan awasilah punggung anda. Jika bulu kuduk anda berdiri dan terdengar suara-suara seperti bisikan-bisikan, jangan dihiraukan. Mungkin itu hanyalah angin. Atau bukan…

…saya yakin, review ini bukanlah favorit anda sebagai kritikan film.

Advertisements
  1. Sy pkir infrmsi ttg film2 hror ini sngat mmbantu,,,
    h’y sja u/ film hror msa kni koq tdk d bhas y??

    dr taun 1990-an…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: